Sabtu, 06 Juli 2013

AGRESIVITAS : LAKI-LAKI VS PEREMPUAN



               Kebanyakan kriminalis adalah kaum lelaki. Kebanyakan perangkai bunga adalah kaum perempuan. Ini bukan sebuah lelucon tanpa dasar. Richard Haier, guru besar saraf dari Universitas California di Irvine, berhasil membuktikan bahwa kenyataan itu punya dasar ilmiah.
          Haier menemukan kenyataan bahwa ketika menganggur, aktivitas otak kaum lelaki lebih banyak terjadi pada daerah lymbic temporal. Daerah ini adalah pengatur emosi yang berhubungan dengan aksi motorik, teristimewa perilaku yang suka memukul jika sedang marah. Lelaki yang beringas, apalagi ketika marah dengan emosi tak terkontrol, akan disalurkan melalui pukulan tangan, tendangan kaki, dan makian. Bila ia memegang senjata atau pisau, maka hampir pasti, seseorang yang di hadapannya akan cedera dan luka-luka. Tidak usah heran, daerah lymbic temporal itu adalah sisa dari otak reptil, ketika mengalami proses evolusi. Sangat menarik, karena istilah "buaya darat" (buaya adalah salah satu jenis reptil) lebih kerap dipakai untuk menunjuk para lelaki, yang hidungnya 'belang-belang'.
          Sebaliknya pada perempuan. Saat istirahat, aktivitas otak lebih banyak terjadi pada cyngulata gyrus. Daerah ini yang dalam evolusi merupakan turunan otak mamalia sebenarnya bertanggung jawab dalam mengontrol ekspresi emosi. Ketika marah, seorang perempuan cenderung membelalakan matanya, ketimbang memukul, menendang atau memaki. Rupanya, perempuan lebih bisa mengontrol emosinya daripada para lelaki. Dalam beberapa kasus, perempuan lebih suka memendam emosi ketimbang menumpahkannya.
         Dalam kasus penyakit jiwa, perempuan lebih sering menderita syndroma depresif. Ia depresi karena memendam perasaannya. Ketika sedih, otak perempuan lebih reaktif ketimbang otak lelaki. Bagian tertentu di otak perempuan (lymbic system) bekerja 8 kali lebih keras. Akibatnya, perempuan sangat terganggu dengan kesedihan yang dialami. Keadaan itu memberikan pengaruh yang sangat besar padanya.
         Sebaliknya, dalam ekspresi bahagia, tidak ada perbedaan antara lelaki dan perempuan. Dr Mark George, ahli saraf dari National Institute of Mental Health, yang melakukan penelitian itu menemukan bahwa dalam hal kegembiraan, pengaturannya tersebar dalam banyak tempat. Terutama di dalam dan di sekitar lymbic system. Penemuan ini berhasil menguakkan pertanyaan lama yang terpendam, mengapa orang bisa gembira sekaligus sedih, pada saat yang sama. Lymbic system itu memang berperanan penting dalam pengaturan emosi. Bersama dengan sebuah komponen di dekatnya, amygdala, emosi manusia diatur. Kecerdasan emosi (emotional intelligence), yang sekarang diketahui sebagai salah satu kunci sukses kehidupan, merupakan fungsi dari dua komponen otak ini. Seorang perempuan yang memang sudah given memiliki kemampuan kontrol emosi yang lebih baik dari lelaki akan memiliki kemungkinan berhasil yang lebih besar dari lelaki. Dengan catatan, ia dapat mengelola kecerdasan emosinya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar