Sabtu, 06 Juli 2013

Analisis jurnal PKB I



BAB I
PENDAHULUAN


1.2 Latar Belakang
            Nilai akademis yang bagus merupakan harapan setiap orang tua ketika menyekolahkan anaknya. Semua orang tua berharap anak mereka dapat memperoleh nilai yang bagus di sekolah. Hal ini sebenarnya wajar-wajar saja. Namun, berdasarkan beberapa penelitian belakangan ini, ternyata tutntutan orang tua terhadap prestasi akademik anaknya dapat berdampak buruk pada kecemasan anak dalam menghadapi aktivitas akademisnya, khususnya ulangan umum.
            Beberapa penelitian mengemukakan bahwa banyak anak stress, tegang, cemas setiap akan menghadapi ujian, khususnya mereka akan merasa sangat panik ketika akan menghadapi ulangan umum. Dan lebih parahnya kecemasan ini akan membuat anak tidak maksimal dalam ujiannya.
            Pada dasarnya, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kecemasan anak dalam mengahadapi ulangan umum, diantaranya yaitu:
1.      Lingkungan, lingkungan selain dapat memberikan pengaruh baik (kepuasan) namun juga dapat memberikan pengaruh buruk (frustasi)
2.      Modelling, kesalahan dalam modelling dapat menimbulkan kecemasan pada individu
3.      Merasa tidak dicintai, tidak memiliki dukungan, dorongan, dan motivasi
4.      Harga diri individu yang rendah
5.      Persepsi akan ancaman, seseorang yang mempersepsikan stimulus yang berupa tuntutan orang tua untuk berprestasi sebagai ancaman, akan mengalami kecemasan dalam menghadapi stimulus tersebut. Tuntutan untuk berprestasi yang berlebihan akan membawa dampak buruk terhadap kepribadian si anak.
Jurnal ini akan memfokuskan pada poin yang ke-5 yaitu mencoba untuk mengetahui
Hubungan antara kecemasan anak dalam menghadapi ulangan umum dengan persepsi akan tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar.




1.2 Rumusan Masalah
 Apakah ada hubungan antara persepsi terhadap tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar dengan kecemasan menghadapi ulangan umum pada anak Sekolah Dasar kelas IV-V

1.3 Tujuan
Untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar dengan kecemasan menghadapi ulangan umum pada anak Sekolah Dasar kelas IV-V

1.4 Hipotesis
 Ada hubungan negatif antara persepsi terhadap tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar dengan kecemasan menghadapi ulangan umum pada anak Sekolah Dasar kelas IV-V

1.5 Metode penelitian
1. Variabel Penelitian
·         Variabel terikat: kecemasan menghadapi ulangan umum pada anak Sekolah Dasar kelas IV-V
·         Variabel Bebas: persepsi terhadap tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar
2.      Subyek Penelitian
Anak Sekolah Dasar kelas IV-V Bernardus Semarang, tinggal bersam Oang Tua
3.      Metode pengumpulan data
·         Skala kecemasan menghadapi ulangan umum
·         Skala persepsi terhadap tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar
4.      Metode Analisis Data
Metode  analisis data  yang digunakan yaitu tekhnik Korelasi Product Moment




BAB II
KAJIAN TEORI


2.1 Hubungan antara persepsi terhadap tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar dengan kecemasan menghadapi ulangan umum pada anak Sekolah Dasar kelas IV-V
                 Pemberian tuntutan akan prestasi dalam belajar oleh orang tua dapat diartikan secara berbeda-beda oleh anak. Hal ini terjadi akibat adanya perbedaan persepsi oleh setiap anak. Zanden (1988, hal. 33) mengartikan persepsi sebagai proses dimana individu mengumpulkan dan menginterpretasi informasi dan persepsi berperan sebagai perantara antara individu dan lingkungan.
                 Gibson, Ivancevich dan Donelly (1995, hal 57) mengungkapkan pula karena adanya pemberian arti terhadap lingkungan oleh setiap individu berbeda, maka setiap individu akan memberikan arti terhadap stimulus dengan cara yang berbeda meskipun obyeknya sama. Tuntutan orang tua dalam berprestasi dapat dipandang positif maupun negatif oleh anak. Anak-anka yang memanndang tuntutan ini positif, akan cenderung menjadikan tuntutan ini sebagai dorongan dan motivasi untuk terus berprestasi. Sedangkan, anak yang memandangnya negatif akan merasa cemas dan takut terhadap tuntutan tersebut.
                 Endler, Edwards dan Vitelli (dalam Flet, Endler dan Fairlie tahun 1999 hal 147) menyatakan persepsi akan ancaman merupakan elemen kunci dalam menentukan apakah state anxiety dialami. Siswohardjono (1982 hal. 142) menyatakan bahwa rasa cemas dan takut juga sering muncul pada anak kalau orang tua terlalu cerewet dan banyak menuntut pada anak.
                 Loekmono (1994 hal. 133) mengungkapkan bahwa kecemasan adalah respon takut terhadap suatu situasi. Pada anak SD kelas IV-V kecemasan menghadapai ulangan mumum merupakan respon takut terhadap ulangan umum. Hal ini dapat menyebabkan anak hilang konsentrasi dan tidak dapat maksimal dalam ujiannya. Bahkan, pada tahap selanjutnya, kecemasan ini dapat berdampak buruk pada kepribadian serta tingkah laku anak dalam aktivitas lainnya dalam kehidupan sehari-hari.
                

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Hasil Penelitian
1. Uji Normalitas
·         Skor chi kuadrat pada variabel kecemasan menghadapi ulangan umum pada anak Sekolah Dasar kelas IV-V diperoleh 15, 810 dengan P> 0,05. Ini berarti sebaran data variabel ini berdistribusi normal.
·         Skor chi kuadrat pada variabel persepsi terhadap tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar diperoleh 3, 279 dengan P> 0,05. Ini berarti sebaran data variabel ini berdistribusi normal.

2. Uji Linearitas
                        Hasil uji linearitas antara variabel kecemasan menghadapi ulangan umum pada anak Sekolah Dasar kelas IV-V terhadap variabel persepsi terhadap tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar diperoleh F beda= 0,241dengan P> 0,5. Ini berart hubungan kedua variabel bersifat linear.

3. Uji Hipotesis
                        Hasil yang diproleh Rxy = -0,061 dengan P= 0,531 (P> 0, 05). Ini berarti  bahwa hipotesis penelitian ditolak. Hal ini menunjukkan tidak ada hubungan antara persepsi terhadap tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar dengan kecemasan menghadapi ulangan umum pada anak Sekolah Dasar kelas IV-V.

3.2 Pembahasan
            Dari hasil peneletian didapatkan bahwa tidak adanya korelasi antara persepsi terhadap tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar dengan kecemasan menghadapi ulangan umum pada anak Sekolah Dasar kelas IV-V. Ini berarti kecemasan menghadapi ulangan umum pada anank Sekolah dasar tidak dipengaruhi oleh persepsi terhadap tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa hal yaitu:


1.      Kesalahan pemilihan kata-kata pada item-item alat ukur penelitian
Kemungkinan terdapat banyak kata-kata abstrak yang digunakan pada item-item alat ukur tidak dimengerti oleh subyek, mengingat subjek masih berusia 10-11 tahun (menurut piaget anak seusia ini berada pada tahap kognitif operasional konkret).
2.      Adanya kelemahan item pada skala persepsi tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar
Kemungkinan Subyek penelitian tidak mengerti dan memahami beberapa item pada skala persepsi tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar yang banyak menggunakkan kalimat yang terlalu panjang.
3.      Usia subyek penelitian yang berkisar antara 10-11 tahun
Anak pada usia ini telah mengalami pealihan dari subyektivitas menjadi obyektivitas. Mereka telah memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan, sehingga mereka menganggap wajar tuntutan orang tuanya untuk prestasi belajar mereka. Oleh karena itu, kecemasan yang dialami tidak berhubungan dengan tuntutan orang tua, kemungkinan kecemasan ini disebabkan oleh hal-hal lain, seperti:
a.       Pengaruh teman sebaya
Anak-anak uyang berusia 10-11 tahun cenderung ingin diterima oleh kelompok teman sebaya mereka. Oleh karena itu, banayk anak SD kelas IV-V mengalami kecemasan ketika akan menghadapi ulangan umum, karen ini akan berpengaruh pada prestasi mereka di kelas dan penerimaan kelompok terhadap dirinya.
b.      Pengaruh sekolah
Kecemasan anak dalam menghadapi ulangan umum, diperkirakan karena tuntutan sekolah untuk mempertahankan prestasi rangking sekolah terbaik.
4.      Kelemahan teknis pelaksanaan penelitian
a.       Pengaturan Subyek penelitian
Saat pengambilan data, peneliti tidak dapat mngkoordinasi subyek dengan baik. Sehingga subyek yang telah selesai mengisi skala peneltian cenderung tidak tertib dan ribut sehingga mengganggu konsentrasi dan ketelitian subyek lainnya.
b.      Penjelasan tata cara dalam pengisian alat ukur
Kemungkinan penjelasan tata cara dalam pengisian alat ukur kurang dapat dipahami oleh subyek.

BAB IV
PENUTUP


4.1  Kesimpulan
            Hasil dari penelitian diperoleh bahwa Rxy= -0,061 dengan P= 0,531 (P> 0, 05). Ini berarti  bahwa hipotesis penelitian ditolak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara antara persepsi terhadap tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar dengan kecemasan menghadapi ulangan umum pada anak Sekolah Dasar kelas IV-V.

4.2    Saran-saran
Bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengantisipasi kelemahan-kelemahan yang mungkin terjadi pada pelaksanaan penelitian untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Adapun cara yang  ditawarkan yaitu:
§ Mengatasi kelemahan teknis pelaksanaan penelitian dengan memberikan penjelasan secara singkat padat, jelas kepada subyek pada saat penelitian
§ Membuat item-item alat ukur sesuai dengan kemampuan yang dimiliki subyek










DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati, Triana & Abdullah, Sri Muliarti. 2012. Hubungan antara persepsi terhadap tuntutan orang tua untuk berprestasi dalam belajar dengan kecemasan menghadapi ulangan umum pada anak Sekolah Dasar kelas IV-V. Jurnal. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Wangsa Manggala

1 komentar: